sebuah puisi tentang Rindu yang menyesakkan dada seorang wanita. Ia tengah meringkuk memeluk hatinya yang diliputi rasa sepi seperti sepinya hari-hari yang ia lalui di negeri orang. IBU mungkin kata Rindu tak cukup untuk mewakili rasa sesak di dadaku mungkin ungkapan Rindu juga tak mampu mewakili wajahku yang lebam tak berdarah lalu prihal apa yang bisa mengobatinya pertemuankah! memendamkah! atau menyibukkah! ku bilang Aku sudah melapas Rindu bertatapan wajah di hp namun setelahnya aku Rindu lagi ternyata pertemuan online mengakibatkan Rinduku beranak-pinak bukan mengobati rasa mungkin benarlah Rindu lebih kejam dari munafik sekali bertemu selamanya akan Rindu hari ini bertemu esok sudah Rindu
assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh hai haii sahabat-sahabatku kali ini ily akan menyajikan sebuah puisi yang sangat menyentuh hati ♥ seseorang yang pernah mengalaminya.. sebelum membaca puisinya, ily mau kasih tahu ke teman-teman semuanya kalau puisi ini bukan ily buat untuk siapa-siapa... ingat yaa... puisi ily buat karena imajinasi-imajinasi yang ada di kepala ily sudah penuh banget, jadi mubazir kali jika tak ily tuliskan oh iya, ada satu lagi yang ingin katakan ily mohon do'anya ya , semoga penulisan Novel ily ily kali ini berjalan dengan baik dan do'akan juga semoga target ily di tahun depan tulisan Novel ily bisa sampai 100-an halaman. oke, guys kita kembali ke puisi dan inilah hasilnya selamat Membaca ☺ Cinta dalam Diam karya. Ili yanti Siapa sangka semua orang juga pernah merasakannya Dan aku adalah salah satu yang merasakan itu Aku tak mengerti kenapa aku bisa merasakan ini semua Yang ku tahu,, Sejak aku bertemu de...